RSS

Merenung Bukan Berarti Melamun dan Meratap

25 Jun

Bismillahirrahmanirrahim

Salam luar biasa buat pembaca..

Postingan kali ini, ulun ingin mengajak sahabat tuk sejenak merenung.

merenung

Merenung bukan berarti melamun, meratap, atau hanya sekedar berimaji tanpa arti. Tetapi ke arah introspeksi diri yang mendalam agar lebih dekat dengan Ilahi Rabby. Merenung diserta tafakkur akan membawa seseorang ke arah yg lebih baik.

Banyak orang merenung dan tafakkur
dikala apa yg menimpa kepada mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka kehendaki, kesedihan, kekecewaan, kegagalan. Tetapi dikala mereka memperoleh kesenangan, kegembiraan, keberhasilan mereka lupa, tidak merenungi dan berfikir siapa yg memberi kenikmatan itu.
Pernah kah anda merenung sejenak ketika bahagia? Hanya anda yang tahu jawabnya.

Biasa kah kita merenungi bagaimana kualitas kita sebagai hamba Allah SWT? bagaimana kualitas kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW?
setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun, kita diberi oleh-Nya nikmat yg tak terhitung jumlahnya,terpikirkah kita nikmat itu kita gunakan untuk apa? Lebih mndekatkan kepada-Nya atau malah sebaliknya? Pernahkah kita merenungi bagaimana beratnya perjuangan baginda Rasulullah dalam menegakkan agama Islam? Sehingga sekarang kita bisa merasakan Iman, Islam dan Ihsan.
Pernahkah kita merenung dan berpikir untuk apa kita dilahirkan ke dunia? Apakah kita tahu harapan kedua orang tua kita?dan mampukah kita membahagiakan keduanya?membuat mereka tersenyum bangga dan bahagia kepada kita sebagai anaknya, bukan sebaliknya melihat tangisan kepiluan dan kesedihan dimata mereka akibat perbuatan kita.
Bagi ulun, tiada harta benda yg lebih berharga dari kedua orang tua ulun. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau.

Sahabat…
Kita adalah hamba yang dhaif. Merenung untuk introspeksi diri adalah jalan terbaik.
Merenung bukan berarti membuat kita lemah, justru memotivasi kita untu berbuat yg lebih baik agar lebit dekat dengan sang Khaliq.
Kita diciptakan bukan untuk menjadi manusia angkuh dan bukan pula menjadi manusia yg lemah terhadap tantangan zaman. Lihatlah setiap bayi yg lahir tangannya selalu mengepal, itu sebagai kiasan mereka mempunyai semangat yg kuat untuk berjuang menjalani kehidupan.

Manulisnya Mamakai Nokia 5230

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 25, 2011 in Celotehanku

 

Tag: , , ,

2 responses to “Merenung Bukan Berarti Melamun dan Meratap

  1. AnNa NiEda

    Juni 25, 2011 at 3:08 pm

    Pas bngd,,simburan hati..;(

    i like it..

     
    • FA 12 OQᓹ

      Juni 25, 2011 at 8:21 pm

      Hmmmm..tapi kanapa jadi sadih tu ismailnya😀
      thanks😉

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: